Kontraktor Bangunan Gedung Berikut 3 Perusahaan Konstruksi

Sering melihat kontraktor bangunan gedung? Mulai dari yang tingginya gedung biasa saja hingga yang disebut gedung pencakar langit. Apalagi bagi yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta, gedung merupakan bangunan yang sangat mudah ditemui.
Gedung – gedung yang dibangun tentu memiliki fungsi masing – masing. Beberapa gedung digunakan sebagai rumah. Beberapa gedung juga digunakan sebagai sekolah. Tentu banyak sekali gedung yang digunakan sebagai bangunan perkantoran.
Kontraktor bangunan gedung merupakan suatu badan usaha yang sudah tidak asing lagi di telinga setiap orang, terutama yang bekerja dalam bidang pembangunan. Kontraktor sering disebut sebagai sinonim dari pemborong. Kontraktor merupakan pelaksana dalam proyek konstruksi. Badan usaha ini bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan konstruksi yang diberikan oleh pemilik proyek.
Definisi gedung menurut KBBI adalah bangunan tembok dan sebagainya yang berukuran besar sebagai tempat kegiatan, seperti perkantoran, pertemuan, perniagaan, pertunjukkan, olahraga, dan sebagainya.
Kontraktor Bangunan Gedung
Jadi, dapat dikatakan bahwa kontraktor bangunan gedung adalah badan usaha pelaksana proyek dalam hal ini adalah gedung dan yang berkaitan dengannya.
Berikut beberapa rekomendasi kontraktor yang sudah tersohor untuk dengan proyek – proyek besar yang telah dikerjakan:
1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT Adhi Karya (Persero) Tbk, perusahaan besar ini berpusat di Jakarta. Berdiri sejak 11 Maret 1960, PT Adhi Karya Tbk berhasil melebarkan sayapnya di bidang konstruksi dengan baik. Bahkan sekarang perusahaan ini memiliki beberapa anak usaha seperti, Adhi Persada Beton, Adhi Persada Gedung, dan Adhi Persada Properti. Sebelumnya, PT Adhi Karya pernah membantu PT Hutama Karya menggarap proyek Tol Bakauheni – Terbanggi Besar.
Kontraktor Bangunan Gedung
2. PT Amarta Karya
Perusahaan kontraktor bangunan gedung yang satu ini biasa juga disebut PT AMKA. Berawal dari penggabungan NV Lindeteves Stokvis dan Fa. De Vri’es Robbe yang sama – sama berkedudukan di Semarang menjelang tahun 1960. Penggabungan tersebut menghasilkan perusahaan bernama NV Constructie Werk Plaatsen De Vri’es Robbe Lindeteves yang disingkat Robbe Linde & Co. Perusahaan ini bergerak di bidang pabrikasi Perusahaan Konstruksi baja. Lalu, pada tahun 1962 perusahaan ini dinasionalisasi menjadi perusahaan negara bernama PT Amarta Karya dengan bidang usaha yang tidak berubah. Pada tahun 1972, status PN Amarta Karya berubah menjadi PT Amarta Karya (Persero) yang berkedudukan di Jakarta. Bidang usahanya meliputi konstruksi bidag sipil, elektrikal, mekanikal, dan baja yang memang sudah ada dari awal.

3. PT Hutama Karya (Persero)
PT Hutama Karya (Persero) memiliki markas di Jakarta. Perusahaan kontraktor bangunan gedung besar ini awalnya adalah perusahaan swasta milik Hindia Belanda bernama Hollandsche Beton Matschappij (HBM). Pada tahun 1961, perusahaan ini dinasionalisasi dengan nama PN Hutama Karya. Hingga akhirnya pada tahun 15 Maret 1973 namanya resmi berubah menjadi PT Hutama Karya. Dengan pengalaman yang cukup lama tersebut, PT Hutama Karya telah memiliki beberapa anak usaha seperti PT Hakaaston, PT Hakapole, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT HK Realtindo. Salah satu proyek besarnya yang terbaru adalah proyek Jalan Tol Trans – Sumatra.

Subscribe to receive free email updates: