Grade Perusahaan Jasa Konstruksi Kualifikasi Usaha Pelaksana Konstruksi

Grade perusahaan jasa konstruksi di dalam dunia kontraktor yang ada di indonesia, terdapat istilah pembagian grade atau kualifikasi usaha jasa pelaksana konstruksi. Fungsinya adalah untuk mengatur agar seluruh lapisan kontraktor dari pemodal kecil sampai dengan besar sama-sama mendapatkan proyek yang dapat dikerjakan.
Yang bermodal kecil tak boleh untuk mengerjakan proyek dengan nilai yang tinggi, begitu pun sebaliknya kontraktor yang bermodal besar tak boleh mengerjakan proyek dengan nilai yang kecil. Jadi, semuanya bisa berkarya menurut kemampuan masing-masing.
Status dari grade perusahaan jasa konstruksi bisa ditingkatkan dengan merubah besaran modal seiring dengan berkembangnya usaha konstruksi. Status grade pun bisa diturunkan jika dalam perjalanan usaha mengalami suatu kemunduran.
Di dalam kualifikasi usaha jasa pelaksana konstruksi, menurut peraturan menteri Nomor : 08/PRT/M/2011, dibagi menjadi tiga. Yakni orang perseorangan, usaha kecil dan usaha menengah.
Dalam peraturan menteri PU 31/PRT/2015 untuk grade perusahaan jasa konstruksi harus dibatasi dengan nilai pekerjaan. Maksudnya ialah tidak dapatnya usaha kecil bertarung di paket usaha dengan nilai 2,5 miliar keatas. Hal tersebut tentu saja banyak yang beranggapan bahwa dengan lahirnya kebijakan itu, seolah olah ingin mengucilkan usaha yang kecil, tetap menjadi kecil selamanya.
Grade Perusahaan Jasa Konstruksi
Atau pun tidak memberikan kesempatan pada Kontraktor Umum untuk berkembang lebih besar lagi atau naik kelas. Sebetulnya anggapan seperti itu salah apabila kalian tahu bagaimana tahapan atau prosedur sebuah badan usaha dalam naik kelas. Bukan hanya karena mendapatkan pengalaman paket nilai yang besar, yang otomatis usaha akan ikut besar. Namun ada syarat lain yang harus bisa dipenuhi agar naik kelas.
Peraturan menteri PU membatasi usaha kecil ke menengah dan juga menengah ke besar dalam sebuah paket pekerjaan grade perusahaan jasa konstruksi berdasarkan nilai pengadaan. Hal ini terjadi karena sudah banyak usaha kecil yang ikut paket besar atau non kecil menang, namun terdapat beberapa diantaranya yang tidak ingin masuk kekelas yang lebih besar. Hal ini menjadikan kecemburuan pada usaha menengah serta besar di dalam berkompetisi.
Sekian pembahasan mengenai grade perusahaan jasa konstruksi. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates: