Kontraktor BUMN PT. Amarta Karya, PT. PP (Persero), PT. Nindya Karya

Dengan berkembangnya infrastruktur di Indonesia, maka kontraktor BUMN juga semakin banyak. Hal itu ditandai dengan adanya sejumlah proyek besar di Indonesia mulai dari jalan, fasilitas umum, dan masih banyak lagi. Pembangunan tersebut tentunya tidak bisa dilepaskan dari perusahaan kontraktor yang memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan proyek tersebut. Sebagai contohnya adalah kontraktor BUMN di bawah ini yang sudah mempunyai banyak jam terbang, pengalaman, serta sertifikasi. Dengan begitu maka kinerja dan kualitas yang dihasilkan tak perlu diragukan lagi.
1. PT. Amarta Karya (Persero)
Perusahaan BUMN bernama PT. Amarta Karya ini adalah salah satu yang terkenal di Indonesia. Perusahaan tersebut dulu berasal dari Belanda yang bernama N.V. Lindeteves Stokvis dan Fa. De Vri’es Robbie yang basisnya dulu berada di kota Semarang melakukan merger. Sebagai hasil dari merger tersebut maka lahirlah sebuah perusahaan baru. Perusahaan baru itu dinamakan dengan N.V. Constructie Werk Plaatsen De Vri’es Robbe Lindeteves. Nama lain dari perusahaan baru yang bergerak di bidang fabrikasi konstruksi baja tersebut adalah Robbe Linde & Co. Di tahun 1962, Robbe Linde & Co dinasionalisasi menjadi PN Amarta Karya. Kemudian setelah 10 tahun PN Amarta Karya berubah menjadi PT. Amarta Karya. Dengan berubahnya perusahaan itu maka PT. Amarta Karya meluaskan bidang usahanya di bidang mekanikal, elektrikal, serta sipil.
Kontraktor BUMN
2. PT. PP (Persero) TBK
PT. PP semula bernama N.V. Perusahaan Kontraktor Rumah yang pernah membangun banyak bangunan besar seperti Ambarukmo Palace Hotel, Hotel Indonesia, Samudera Beach Hotel, dan Bali Beach Hotel tersebut di tahun 1961 berubah menjadi PN Pembangunan Perumahan. Lalu di tahun 1971 berganti menjadi PT. PP. Hingga saat ini perusahaan kontraktor BUMN itu sudah melakukan beragam inovasi. PT. PP juga memiliki banyak anak perusahaan yang bekerja di bidang yang berbeda-beda.
3. PT. Nindya Karya (Persero)
PT. Nindya Karya awalnya adalah perusahaan asal Belanda yang bernama N.V. Nederlands Aannemings Maastchappij (NEDAM) v/h Fa.H. Boersma. Didirikan pada tahun 1877, di tahun 1961 pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan tersebut menjadi PN Nindya Karya. Kemudian pada tahun 1969 PN Nindya Karya berubah menjadi PT. Nindya Karya. Perusahaan tersebut bergerak di bidang usaha jasa propertim engineering konstruksi, investasi, dan juga EPC.
Itulah tiga kontraktor BUMN besar yang ada di Indonesia. Dengan kerja keras dan menjaga kepercayaan maka tak heran jika ketiganya bisa bertahan selama puluhan tahun hingga sekarang. Semoga informasi ini bisa berguna bagi Anda.

Subscribe to receive free email updates: