Pekerjaan Konstruksi Bangunan Tahapan Pekerjaan Dalam Proyek

Pekerjaan konstruksi bangunan ketika pemerintah atau pihak swasta ingin membuat suatu proyek infrastruktur, mereka akan melakukan suatu upaya dan proses lelang. Nah, para kontraktor itulah yang akan berebut dalam memenangkan suatu proyek sampai mereka mengerjakannya.
Setelah proses lelang tersebut bergulir dan sudah ditemukan siapa yang menjadi pemenangnya, pekerjaan konstruksi bangunan akan segera dimulai. Mengenai apa saja tahapan pekerjaan konstruksi, berikut informasinya yang penting Anda tahu!
Tahapan Pekerjaan Konstruksi Bangunan Dalam Suatu Proyek
Pengerjaan konstruksi
Setelah Anda tanda tangan suatu kontrak, pihak kontraktor akan mulai melakukan pekerjaannya. Kontraktor harus mengerjakan berbagai macam proyek sesuai dengan apa yang sudah ditentukan mulai dari spesifikasi, gambar dan juga waktu pengerjaan.
Jika memang kemudian pengerjaan terlambat dari waktu yang sudah ditentukan, maka calon pemilik bangunan dapat melakukan complain dan kemudian meminta uang ganti rugi lagi.
Masa pemeliharaan
Setelah bangunan selesai, dilakukan proses serah terima antara pemilik bangunan dengan pihak kontraktor. Beberapa waktu setelah serah terima dilakukan merupakan waktu masa pemeliharaan oleh kontraktor.
Pekerjaan Konstruksi Bangunan
Waktu ini akan menjamin semua pekerjaan kontraktor sampai selesai 100%. Kemudian jika memang masih ada bagian yang ditemukan kurang, pada masa itulah perbaikan dilakukan. Setelah masa pemeliharaan selesai, kontrak dinyatakan selesai sepenuhnya.
Pekerjaan instalasi listrik
Salah satu komponen yang tidak kalah penting yaitu instalasi listrik. Pemasangan instalasi listrik sendiri harus sesuai dengan peraturan listrik yang sedang berlaku di Indonesia dimana pada tahap ini pekerjaan yang meliputi suatu pengadaan dan pemasangan seluruh komponen kelistrikan tidak terkecuali sakelar, lampu, panel listrik, stop kontak, sampai tahap percobaan penyalaan listrik akan dilakukan.
Melakukan pekerjaan konstruksi bangunan sebagai penutup
Pekerjaan penutup ini meliputi pekerjaan pembersihan dan juga pemeliharaan. Di masa pekerjaan pembersihan, pihak kontraktor memiliki kewajiban untuk membersihkan bagian dari proyek secara menyeluruh.
Bagian lantai, dinding, pintu, jendela, atap, plafon dan yang lainnya diperlukan sampai bangunan benar – benar siap dihuni. Sementara di masa pemeliharaan, CV Kontraktor memiliki suatu kewajiban untuk mengganti berbagai material yang mengalami kerusakan atau tidak berfungsi sebagaimana target suatu proyek berlaku.
Itulah tahapan proyek pekerjaan konstruksi bangunan yang Anda harus tahu. Semua kegiatan tersebut sangat penting dilakukan sampai proyek tuntas.

Subscribe to receive free email updates: